Minggu, 12 Mei 2013

Tentang Hati

Sedih dan gembira itu perasaan yang biasa orang - orang ungkapkan ketika hatinya merasakan sesuatu, dua perasaan tersebut, bukanlah sesuatu yang kecil dalam hidup manusia, melainkan sesuatu pondasi manusia untuk melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari - hari .
Ketika jatuh cinta , apapun perkerjaan yang di lakukan terasa ringan dan pasti hasilnya memuaskan ,tetapi apakah Hati yang sedih memiliki akibat tersendiri? Suatu ketika melihat seorang pemuda yang sedang duduk di batu taman, dengan keadaan gusar ,gundah ,dan terlihat sedikit frustasi apakah yang diraskan pemuda tersebut?pastinya dengan kata "sedih" semua orang mengartikannya, ketika ditanya oleh seorang temannya ,tentang alasan dia duduk menyendiri, pemuda tersebut menjawab "Suatu ketika  hubungan elo berakhir!ditambah elo mengharapkan seseorang menemani elo! dan semua hal tentang hati elo itu hancur!masih mau tanya kenapa gua duduk disini?" jawaban yang cukup menunjukkan ,sedang ada kesedihan yang mendalam didalam dirinya. Inilah isi hati , dimana pemuda tersebut dikenal dengan Pemuda yang enerjik, selalu tersenyum dengan semua orang, ramah,dan terkesan selalu ceria coba kita lihat mungkin hanya karena ia sedih semua berbalik, merubah orang tersebut menjadi 180 derajat.



Kamis, 09 Mei 2013

CInta

Cinta!Siapa yang tidak merasakan hal ini? pasti setiap orang pernah merasakannya ,ketika cinta datang , setiap orang pasti akan lupa segalanya, entah makan ,kegiatan sehari -harinya atau tuhan sekalipun. tetapi keadaan akan sama, ketika cinta itu pergi meninggalkan kita, untuk bangun dari tidur pun sangat berat. inilah anugerah tuhan yang di berikan kepada manusia, rasa yang begitu hebat , tidak dapat diungkapkan dengan kata - kata ,sampai orang tidak mempunyai alasan apapun untuk menjawab "Mengapa kamu cinta orang itu?" , coba saja anda tanya ke diri anda sendiri, ketika kita cinta kepada seseorang, apakah anda bisa mengungkapkan alasan detail kenapa anda mencintai orang tersebut? mungkin yang akan kita dengar , hanya sebatas kelebihan pasangan anda? padahal cinta tersebut dapat dirasakan penuh ,ketika kita sedang memaafkan pasangan atau orang yang anda cintai. Cinta membutuhkan alasan, pikiran, dan benda-benda materil, Cinta datang begitu saja, hanya membutuhkan KEPERCAYAAN dan KESABARAN.
Sedikit cerita pengalaman pribadi, Ketika memasuki hari pertama perkuliahan yang sumpek dan masih malas, ditambah ini adalah kelas mengulang sehingga banyak muka asing yang saya tidak kenal, tetapi ketika pandangan saya menyapu bersih seluruh kelas, saya mendapati wanita dengan gaya yang sederhana ,manis dan kelihatannya penuh ambisi, seketika saya langsung terbangun dari rasa malas dan tidak semangat,wajahnya teduh dan membuat tersenyum. Awalnya hanya memandang, tetapi makin lama saya ingin tahu siapa dia? untuk memenuhi rasa penasaran, saya bertanya kepada seorang wanita yang kebetulan adalah pacar dari teman saya, rasa ingin tahu saya terjawab, siapa wanita itu sudah tertanam dalam - dalam. seiring berjalannya waktu ,ternyata wanita itu sekelompok dengan saya, mulai detik itu pembicaraan mulai terjadi , orangnya cukup asik dan membuat saya penasaran untuk tahu lebih jauh siap dia!, tetapi niat itu agak terganjal karena wanita tersebut sudah mempunyai kekasih yang sudah cukup lama untuk menjaga hatinya. Dilihat dari atas benih cinta muncul bukan dari sesuatu spesifik melainkan sesuatu yang berproses.

Kamis, 14 Februari 2013

Pandangan Rakyat Terhadap Masalah PeDe

     Sebut saja AU, Sosok jawara dalam PeDe . Berawal dari pemilihan ketua umum PeDe, sosok AN yang tidak diprediksi menjadi ketum dalam Kongres PeDe 2010. Sikut menyikut dan usaha menjatuhkan sosok AN dimulai dari sini,faksi RI1( AM) dan faksi M A menyimpan dendam kesumat terhadap anas , karena dari awal esbuaye dan ba tidak merestui AN , tetapi tanpa mengindahkan 2 tokoh tersebut AN tetap maju di bawah restu b ang (keluarga RI 1) , operasi - operasi banyak dilakukan untuk menjatuhkan AN dari pengejaran NS yang dianggap menyimpan aib AN dalam pemenangan ketum, sampai sekarang keduta yang dilakukan esbuaye untuk memotong AN perlahan - lahan, dalam kasus tersebut esbuaye seperti sudah tidak sabar dalam menurunkan AN ,terbukti esbuaye rela melanggar undang - undang partai dalam penurunan ketum, dengan alasan penurunan agan AN fokus dalam masalah hukumnya , agak ganjal karena belum ada gelar perkara ,tetapi sudah bisa menyebutkan masalah hukum (apakah sudah di pesan masalah hukumnya?), inilah pandangan penulis tehadap masalah PeDe,

Minggu, 13 Januari 2013

Pentingnya Bela Diri!

Jaman sekarang tindakan kriminal tidak pilih - pilih korban lagi, ada kesempatan langsung saja sikat!,kita ambil contoh Seorang gadis india yang bernama Tchuna ,Siapa yang tidak tahu kisah tragisnya?Mahasiswa dikenal sebagai orang yang berani dan sangat semangat dalam menempuh pendidikan menjadi korban amoral manusia - manusia yang tidak sama sekali mencerminkan dirinya manusia. Berani saja sekarang tidak cukup karena pelaku kejahatan sekarang lebih dari sekedar Black Widow "Diam Diam Mematikan", lebih cocok di panggil Iblis daripada binatang.

Berkaca dari kejadian di atas, keamanan diri sendiri tidak bisa kita serahkan kepada orang lain ,tetapi menjadi tanggungan diri kita sendiri , ingat kejahatan tidak memandang jenis kelamin ,jadi siapapun dengan jenis kelamin apapun harus mampu melindungi dirinya sendiri. Melindungi diri sendri bisa dengan macam macam cara bisa dengan melengkapi diri dengan senjata, menghindari daerah yang rawan akan kriminalitas,dan mempelajari seni - seni bela diri. Kalo kita lihat melengkapi diri dengan senjata sangat sulit apalagi di Indonesia, mengurus surat - suratnya sudah membuat kita merasa dijahati oleh oknum terkait , yang kedua menghidari daerah rawan, penjahat jaman dulu masih bisa terlihat daerah - daerah di mana mereka sering beroperasi, kalau sekarang langsung sikat , Inilah yang mungkin menjadi salah satu cara yang paling memungkinkan bagi setiap orang, dalam memproteksi diri sediri yaitu mempelajari seni bela diri, tidak sulit dan pastinya akan banyak di temui di tempat - tempat berbau "olah raga". Untuk wanita tidak usah takut sekarang banyak bela diri yang khusus untuk proteksi diri dan tidak mengarah ke kekerasan contohnya Seni bela diri Aikido dimana kita tidak perlu bersusah payah mengeluarkan serangan tetapi menggunakan serangan lawan untuk melemahkan dirinya sendiri.
Kalu buat Pria banyak pastinya saya ambil contoh Karate , Seni bela diri ini membuat bagian bagian tubuh kita layaknya senjata yang dapat mematikan atau melumpuhkan musuh,cukup 1 sampai 2 gerakan lawan yang "awam" sampe dirumah sakit atau lumpuh di tempat. 1 lagi yang perlu di ketahui dari bela diri, membuat kita sebagai manusia yang percaya diri dan tidak takut akan tantangan. 

Selasa, 30 November 2010

PENGALIHAN ISU atau MEMANG TIDAK TAHU SEJARAH???

Jangan Pertanyakan Keistimewaan Yogyakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Keistimewaan Yogyakarta tidak patut dipertanyakan lagi. Pemerintah pusat juga tidak sepatutnya menyebut Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari monarki. ”Mereka yang mempertanyakan keistimewaan Yogyakarta tidak mengerti sejarah dan sumbangsih Yogyakarta,” kata sosiolog Hotman Siahaan dari Unair Surabaya, Senin (29/11/2010).
Menurut Hotman, menilai sistem pemerintahan di Provinsi DIY bersifat monarki jelas salah alamat. Kalau toh ada anggapan monarki, istilah itu dalam konteks simbolisasi kultural Jawa. Monarki itu jelas bukan monarki politik.
”Pemerintahan di Yogyakarta menerapkan semua prinsip demokrasi dan administrasinya seperti halnya provinsi lain. Karena itu, tidak tepat jika Presiden tidak segera mengesahkan keistimewaan Yogyakarta.”
Senada dengan Hotman, pakar hukum tata negara UAJY Hestu Cipto Handoyo menilai Amanat 5 September 1945 menguatkan status keistimewaan DIY dari sisi hukum dan historis.
Mayoritas fraksi di DPR pun menyepakati penetapan Sultan HB dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DIY. Selain diinginkan rakyat, konstitusi juga telah menjamin keistimewaan sebuah daerah sehingga penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai kepala daerah bukanlah bentuk monarki politik.
Anggota Komisi II dari F-PDIP Arif Wibowo di Jakarta menyatakan, keistimewaan sebuah daerah sudah dijamin dalam konstitusi, tepatnya dalam Pasal 18 UUD 1945.
Sekretaris F-PAN Teguh Juwarno menambahkan, Pemprov DIY tidak menganut sistem monarki. Kedudukan Gubernur dan Wagub DIY sama persis dengan gubernur-wagub di daerah lain.
Sementara anggota Komisi II dari F-Partai Golkar Idrus Marhan mengatakan, seharusnya DIY tetap tunduk pada UU Pemerintahan Daerah, dan gubernur-wagub ditetapkan melalui pemilihan langsung dalam pilkada. ”Saya setuju dengan keistimewaan Yogya. Tetapi keistimewaannya itu pada budaya, bukan pada tata kelola pemerintahan,” katanya.
Namun, mantan anggota Komisi II DPR dari F-Partai Golkar, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan keistimewaan Yogyakarta tidak boleh dihilangkan.
Sebelumnya, beberapa media memberitakan, terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat membuka rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/11/2010), menyatakan, nilai-nilai demokrasi tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, tidak boleh ada sistem monarki yang bertabrakan, baik dengan konstitusi maupun dengan nilai-nilai demokrasi.

Komerntar saya:
Berita ini kadang membuat saya bertanya tanya "Apakah Presiden kita tidak tahu sejarah?? atau Apakah ingin membuat pengalihan isu lagi??" Sungguh sangat tidak  mencerminkan pemimpin yang baik, karena tidak tahu sejarahnya sendiri jogja menjadi daerah istimewa karena ketika jakarta tidak aman karena agresi militer sultan menyatakan bahwa pusat pemerintahan diselenggarakan di jogja.Itu salah satu alasan mengapa menjadi daerah istimewa  karena banyak berperan sangat banyak bagi keutuhan NEGARA kita negara INDONESIA!!tetapi mengapa SBY mengusiknya ,apakah karena tidak ada sesosok pun kader demokrat disana?? atau pengalihan isu kasus yang masih gelap???
1. KASUS CENTURY 2. KASUS REKENING GENDUT PERWIRA TINGGI POLRI 3. KASUS MAFIA HUKUM 4. KASUS MAFIA PAJAK 5. KASUS LUMPUR LAPINDO

Tidak perlu mengusik keistimewaan Jogjakarta!!!karena jelas mengapa ia menjadi istimewa !KONTRIBUSINYA TIDAK BISA DILUPAKAN DAN SANGAT PENTING!!

Minggu, 21 November 2010

Pencitraan tidak menyelesaikan masalah

Presiden Tidak Bisa Tinggal Diam
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah seharusnya ikut turun tangan dan tidak tinggal diam melihat begitu banyak kejanggalan dalam kasus Gayus.  Sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penegakan hukum di tanah air, sudah saatnya Presiden SBY berbuat konkret dan meninggalkan kosmetika di balik pidato-pidatonya.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Febri Diansyah, dalam jumpa pers di Kantor ICW, Minggu (21/11/2010)

"ICW mendesak presiden untuk turun tidak hanya berhenti di ruang pidato atau statement sebagai kosmetika bersama, harus konkret," ucapnya di hadapan wartawan.

Salah satu tindakan konkret yang dapat diambil Presiden adalah dengan mengumumkan pelimpahan kasus Gayus kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Perintahkan polisi untuk bekerja sama dengan KPK, dan perintahkan KPK untuk ambil alih," ucap Febri.

Sementara itu, pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, menyatakan Presiden tidak boleh tidak turut campur dalam kasus ini.

"Dalam proses hukum memang Presiden tidak boleh ikut campur, tapi kondisinya sedang karut marut. Ini tanggungjawab Presiden untuk membenahi karena lembaga itu di bawah Presiden," ucapnya.

Kejanggalan-kejanggalan kasus Gayus semakin terbuka lebar di persidangan dalam perkara kasus PT SAT dengan kerugian negara Rp 570 juta. Padahal, Gayus sudah memberikan keterangan bahwa tidak hanya PT SAT saja yang terlibat, melainkan banyak perusahaan lain yang juga turut mengemplang pajak, terumasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), Arutmin, dan Bumi Resource milik Grup Bakrie.

Selain itu, Gayus pernah menyatakan dirinya memberikan 500.000 dollar AS kepada perwira tinggi Polri. Namun, baik perusahaan Bakrie maupun perwira tinggi polisi tersebut seakan tak tersentuh.

Komentar saya:
Politik Pencitraan sangat melekat di tubuh pemerintahan kita malah menjadi trend sampai sampai oknum pemerintahan hanya membuat iklan bukan Peyelesaian! "agar terlihat bekerja" 
Ketika masalah Gayus menimbulkan banyak kejanggalan, sebaiknya Presiden ikut membantu sebagai pihak yang meluruskan bukan hanya Berkata "saya turut prihatin" atau "Kita tidak dapat mencampuri" HALAH KATA-KATA yang mencerminkan KETIDAKTEGASAN sekaligus LARI dari MASALAH!!hal ini yang membuat masalah yang ada dalam institusi - institusi yang ada seakan tidak berujung atau ambigu!!memprihatinkan mempunyai pemimpin yang hanya PRIHATIN melihat masalah dalam negaranya!

Apakah Pemerintahan Kita Sudah Tegas??

Dipertanyakan, Kepemimpinan Presiden Tegakkan Hukum

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok Petisi 28 mempertanyakan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal penegakan hukum. Peran presiden dalam harmonisasi penegakan hukum dinilai kelompok Petisi 28 tidak tampak.

"Saling serang Polri dan KPK dalam kasus Cicak Vs Buaya, pelemahan dan kriminalisasi KPK, ilegalitas jaksa agung, adalah sebagian bukti bahwa peran Presiden SBY sebagai kepala negara dalam menjalankan harmonisasi penegakan hukum sama sekali tidak nampak," kata aktivis Petisi 28 Haris Rusli, Minggu (21/11/2010) di Jakarta.

Pernyataan Presiden SBY bahwa dirinya tak bisa melakukan intervensi hukum juga dikritisi oleh Haris. Menurutnya, presiden sebagai kepala negara yang membawahi institusi Polri dan Kejaksaan Agung dapat meminta kedua pimpinan menegakkan hukum secara tegas, khususnya terkait kasus Gayus HP Tambunan.

"Presiden harus membedakan antara memimpin dan mengintervensi. Intervensi itu jika Presiden mengotak-atik berkas perkara. Namun, Presiden bisa mendorong Kepolisian dan Kejagung untuk mempercepat proses kasus Gayus. Jika menyimpang, luruskan. Jika pimpinan Polri dan Kejagung tak mampu, pecat dan ganti yang baru," kata Haris.

Komentar saya:
Dalam hal ini terlihat bagaimana pemerintahan kita yang tidak tegas dalam mengatasi permasalahan yang terjadi,terutama di dalam badan hukum yang mengatasi permasalahan.seperti yang dikatakan Haris Seharusnya Presiden dapat bersikap tegas agar permasalahan tidak berlarut - larut tetapi dalam kenyataannya KETIDAK TEGASAN yang ada hanya berdalih untuk menghindari masalah tersebut!!!(Jika hukum Dijalankan secara benar tidak hanya di tegakkan bisa - bisa ketegasan itu sendiri  yang bisa menurunkan orang yang selama ini hanya berdalih)hal ini yang membuat seakan presiden membiarkan Ketidakjujuran dan Ketidakadilan ada dalam tubuh PEMERINTAHAN dan INSTANSI HUKUM!